Rabu, 07 September 2016

Him..



Mencintai seseorang berarti kita harus siap menerima apapun yang terjadi,
entah itu sakit hati atau apalah nama kawannya yang lain. Jika cinta memang hadir untuk membuat seseorang bahagia,lalu bagaimana dengan cinta yang hadir pada hidupku ini? Iya,bahagia itu memang ada tapi sakit lebih banyak perannya,seakan sakit hati,kesedihan itu menjadi peran utama dalam cintaku ini. Aku tidak mengerti mengapa aku seperti ini terjebak dalam cinta yang usai namun belum untukku.  Seakan aku melihat sudah tidak ada warna lagi dalam hidupku. Salahku yang bertahan untuk menjadi bodoh dan hanya menyerahkannya pada waktu. Tapi, apa yang bisa ku perbuat? Apa aku harus marah,pantaskah aku marah pada takdir,berteriak lantar melawan nasib tapi apalah daya aku hanyalah manusia biasa.
Teman temanku berkata cobalah untuk mencintai orang baru! Iya aku pernah mencobanya lagi,tapi itu salah! menerima orang baru ke rumah lama dimana banyak kenangan yang belum dimusnahkan didalamnya,aku akui itu sangat jahat. Bisa dikatakan aku mengundang mereka hanya untuk mengisisi kekosonganku saja,tapi aku sempat berfikir semoga ada yang benar-benar membuat senyum itu kembali lagi tapi ternyata tidak,tidak ada! Dan lagi aku kembali berkata “hanya dia yang mampu” hatiku selalu ingin memihak padanya,iya dia dia dia bukan yang lain ! dan sekarang mungkin untuk jatuh cinta lagipun aku tidak tertarik ,karena semuanya akan berakhir sama,jadi untuk apa mengulang ulang lelucon lagi kan?
Lebih baik aku menunggu,entah sampai kapan aku tidak tau. Mungkin sampai waktu dapat mempertemukan cinta yang sudah ia pisahkan dulu,(haha..tidak mungkin) aku tetap setia menunggu,tapi terkadang aku ingin dia ada disini.  Jujur,sungguh aku tak ingin hatiku jadi milik yang lain dan dia adalah sosok yang tidak akan ku temukan lagi!
Jika bertemu langsung aku tidak mampu memanggil namamu,percayalah dalam doaku namamu lah yang paling sering aku sebut.

Teruntukmu disana yang sudah bahagia dengan permaisurimu
Aku tidak berharap perasaan ini dibalas,aku hanya ingin kamu mengetahui perasaan yang bertahun-tahun membuatku sesak.
terimakasih sudah memberikanku cinta,mencintaiku,aku bahagia walaupun waktu untuk bersamamu sangat singkat,tapi pertemuan singkat itu sulit membuatku lupa.
kita mempunyai mimpi masing-masing untuk menghiasi  masa depan,sekarang kita akan menempuh jalan menuju dewasa ,jadi jadikanlah cinta kekanakanku ini hanya sebagai tulisan pada lembaran buku lama.  semoga jalanmu indah,semoga kamu sukses untuk kedepannya dan dipertemukan dengan wanita yang akan selalu mendampingimu suka dan duka.
aku berharap suatu saat kita bisa bertemu kembali dan kembali menjadi teman. Tapi bolehkah aku minta 1 hal?  Jika hari bahagiamu tiba,bisakah aku ikut serta?undanglah aku sebagai teman? “

Inilah aku cerita cinta yang tak pernah ingin dituliskan namun ditakdirkan untuk tertulis.
 




Minggu, 04 September 2016

DIA

“Jika senja saja masih setia aku tunggu, apalagi kamu. Sampai kapan pun aku terus menunggumu, dan berusaha agar kamu mengetahuinya. Berharap kamu berada di sampingku kala senja.”